Strategi pembentukan unit khusus untuk menanggulangi krisis keamanan merupakan langkah penting dalam upaya menjaga stabilitas dan keamanan negara. Dalam situasi yang memerlukan penanganan cepat dan taktis, keberadaan unit khusus sangat diperlukan untuk merespons krisis keamanan dengan efektif.
Menurut Prof. Dr. Joko Widodo, ahli keamanan dari Universitas Indonesia, strategi pembentukan unit khusus perlu didukung oleh pelatihan khusus dan peralatan yang memadai. “Unit khusus harus dilengkapi dengan personel yang handal dan terlatih serta peralatan yang canggih agar dapat bertindak dengan cepat dan tepat dalam situasi krisis,” ujar Prof. Joko.
Salah satu contoh keberhasilan strategi pembentukan unit khusus adalah Densus 88 Anti Teror Polri, yang telah berhasil menangani berbagai kasus terorisme di Indonesia. Kepala Densus 88, Irjen Pol. Drs. Dedi Prasetyo, menegaskan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menanggulangi krisis keamanan. “Kerjasama lintas sektor dan instansi sangat diperlukan agar penanganan krisis dapat dilakukan dengan efisien,” kata Irjen Dedi.
Dalam konteks global, strategi pembentukan unit khusus juga menjadi perhatian serius bagi banyak negara. Menurut laporan dari Global Risk Insights, negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis telah berhasil membentuk unit khusus yang memiliki kemampuan untuk menangani krisis keamanan dengan efektif.
Dengan demikian, strategi pembentukan unit khusus untuk menanggulangi krisis keamanan merupakan langkah strategis yang perlu terus dikembangkan. Dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, akademisi, maupun masyarakat, sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara.
