Dunia maya atau internet telah membawa banyak kemudahan bagi kehidupan manusia, namun sayangnya juga membawa dampak negatif seperti maraknya kejahatan siber. Mengenal jenis-jenis kejahatan siber yang sering terjadi di tanah air sangat penting agar kita dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari ancaman tersebut.
Salah satu jenis kejahatan siber yang sering terjadi di Indonesia adalah phishing. Phishing merupakan upaya penipuan yang dilakukan dengan cara mengelabui pengguna internet untuk memberikan informasi pribadi seperti password atau nomor kartu kredit. Menurut pakar keamanan siber, Budi Raharjo, “Phishing seringkali dilakukan melalui email palsu yang seolah-olah berasal dari perusahaan atau lembaga resmi.”
Selain phishing, kejahatan siber lain yang sering terjadi di tanah air adalah malware. Malware adalah program berbahaya yang dapat merusak sistem komputer atau mencuri data pengguna. Menurut penelitian dari Kaspersky Lab, “Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat infeksi malware tertinggi di Asia Tenggara.”
Selain itu, sering pula terjadi kejahatan siber berupa penipuan online atau yang dikenal dengan istilah scam. Scam biasanya dilakukan melalui media sosial atau situs jual beli online dengan modus penawaran barang atau jasa palsu. Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Argo Yuwono, “Kasus penipuan online semakin meningkat setiap tahunnya dan kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai miliaran rupiah.”
Tak hanya itu, kejahatan siber juga sering terjadi dalam bentuk cyberbullying. Cyberbullying adalah tindakan intimidasi atau pelecehan yang dilakukan secara online, terutama melalui media sosial. Menurut psikolog anak, Dr. Retno Wulandari, “Cyberbullying dapat berdampak buruk pada kesehatan mental korban dan bahkan dapat menyebabkan depresi atau bunuh diri.”
Dengan mengenal jenis-jenis kejahatan siber yang sering terjadi di tanah air, diharapkan kita dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas di dunia maya. Selalu pastikan untuk melindungi informasi pribadi dan tidak mudah percaya pada tawaran atau informasi yang mencurigakan. Ingatlah, keamanan dalam berinternet adalah tanggung jawab bersama.
