Mengatasi Tantangan Penyelidikan Digital di Era Digitalisasi


Di era digitalisasi seperti sekarang ini, penyelidikan digital menjadi semakin penting untuk mengungkap kasus-kasus kriminal yang terjadi secara online. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa mengatasi tantangan penyelidikan digital di era digitalisasi juga semakin kompleks.

Menurut Dr. Muhammad Arifin, seorang pakar forensik digital dari Universitas Indonesia, “Tantangan terbesar dalam penyelidikan digital di era digitalisasi adalah melacak jejak digital yang semakin sulit dihapus dan semakin kompleks.” Hal ini disebabkan oleh semakin canggihnya teknologi yang digunakan oleh pelaku kejahatan digital.

Salah satu cara untuk mengatasi tantangan penyelidikan digital di era digitalisasi adalah dengan terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang forensik digital. Hal ini juga disampaikan oleh Dr. Ir. Bambang Irawan, M.Sc., seorang pakar keamanan cyber dari Universitas Gadjah Mada, yang mengatakan bahwa “Dalam menghadapi tantangan penyelidikan digital di era digitalisasi, penting bagi para penyidik untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka agar dapat mengikuti perkembangan teknologi.”

Selain itu, kerjasama antar lembaga dan instansi juga sangat diperlukan dalam mengatasi tantangan penyelidikan digital di era digitalisasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menyatakan bahwa “Kerjasama antar lembaga dan instansi merupakan kunci dalam menangani kasus-kasus kriminal yang melibatkan teknologi digital.”

Dengan terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang forensik digital, serta dengan adanya kerjasama antar lembaga dan instansi, diharapkan bahwa tantangan penyelidikan digital di era digitalisasi dapat diatasi dengan lebih efektif. Sehingga, kasus-kasus kriminal yang terjadi secara online dapat terungkap dan pelakunya dapat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.